The Story of Sweet Suffering: 7 Semester Untuk Sebuah Kisah

Inspirasi dari seorang teman

Dua jam waktu untukku mendengarkan cerita seorang teman tentang sebuah kekaguman yang telah selesai. Sebuah kesadaran diri sendiri dari kebodohan yang buta. Mungkin dia sudah berubah dari seorang yang idealis menjadi realis. Beban di hatinya sudah lumayan berkurang ketika memutuskan ini.
Kebodohan indah itu dimulai ketika semester satu. Saat masih menjadi mahasiswa baru di sebuah Universitas di Jawa Tengah. Pertemuan mahasiswa baru jurusan di aula perpus membuatnya menemukan seorang yang sangat indah. Mungkin kekaguman itu terbentuk saat dia melihat bagaimana wanita ini tersenyum, bicaranya, tingkahnya, tertawanya, diamnya atau bandonya yang pas dengannya.

secret-admirer

Kita sebut saja wanita ini Ilin, Ilin ini sangat cantik. Mungkin sosok yang sempurna bagi temanku. Mungkin tiap hari yang ada di pikirannya setiap hari hanya Ilin saja. Ekspresi-ekspresinya tidak bisa dihilangkan begitu saja, seperti candu yang sulit dihilangkan sejak pertemuan di aula itu.
Tapi sayang temanku ini bukanlah tipe laki-laki yang bisa dengan mudah melakukan pendekatan. Dia hanya bisa berharap menjadi dekat, sebatas kekaguman yang memaksanya menderita selama ini. Hanya bisa terkagum-kagum ketika dia berjalan di kampus. Meski dari jauh itu sudah cukup dalam batas dan kelasnya.
Bila kekaguman terus menerus dalam batas yang sudah terlewat maka yang ada hanya beban di dada. Rasanya sesak, berat, merisaukan dan menyakitkan. Ingin berbincang dengannya, tapi jarak 100 Meter saja sudah membuat kacau pikiran. Dia membuat semua jadi kacau dan eror, namun seperti kata Plato “At the touch of love, everyone becomes a poet” ya seperti itu kira-kira setelah melihatnya meski cuma 10 detik.

Kadang hanya bisa bicara lewat foto yang hanya benda mati tak berperasaan. Sudah berusaha melupakan tapi tetap saja susah, “You are the problem that I never solve”, ya penggalan lirik dari Kenotia di lagu Decorating For Cinci De Mayo cocok untuknya saat itu, masalah mendekatinya yang sangat sulit atau melupakan senyum indahnya juga sangat sulit. Tidak ada pemecahan masalah itu.

Pernah suatu saat temanku mendapat sms dulu dari Ilin ini, ajakan megikuti acaranya. Senang pastinya dan membuatnya senyum-senyum sendiri. Pernah juga suatu hari ketika kanan-kirinya yang ada hanya kebosanan dan dunia yang tak berwarna, saat itulah temanku menoleh ke belakan dan pertama kali dalam sejarah hidupnya Ilin menyapanya! “Hai!” 3 huruf yang diucapkan dengan jalannya yang agak cepat seperti kumpulan kata-kata penyair yang mampu menenangkan jiwa. Temanku ini bagai diatas langit dan akan mengingat hari itu.

Semester 7

Ada saat titik untuk membuat keputusan: berhenti melakukan sebuah kesia-sian. Temanku ini dengar kalau dia sudah mempunyai tambatan hatinya. Sungguh kecewa temanku ini, sama seperti ketika Ilin mempunyai pacar, sangat berat dan hanya bisa bersedih, apalagi ketika dia melihatnya berangkat ke kampus bareng dengan bahagianya, berduaan membuatnya dunia seakan tidak membelanya hari itu. Merenung nasibnya sendiri yang mencari jarum di tumpukan jerami alias tidak mungkin. Cerita tentang dia yang sudah mempunyai pengisi hati sangat memuakkan, tidak percaya tapi memang itu yang terjadi. Kau harus tabah kawan! Aku tahu itu, seperti kata C.S. Lewis “Why love if losing hurts so much? We love to know that we are not alone.”

Apakah selama ini yang dilakukannya hanya buang-buang waktu? Ga tau juga.. Yang jelas aku salut dengan kesetiaanya pada kebodohan untuk mengagumi wanita ini.

Akhirnya temanku ini dengan keputusan pasti bahwa dia tidak akan mengagumi, salah tingkah, bingung, eror ketika ada dia dan berharap lagi kepada sesuatu yang tidak mungkin bisa membuatnya bahagia. Ada banyak di dunia ini, pergi saja kamu Ilin dengan bahagia, itu sudah cukup untuk melihatmu bahagia. Rasanya buruk melihat kesedihan di wajah indahmu. Hidup terus berlanjut, tak hanya sampai di sini. 7 semester penuh cahayamu akan berganti cahaya lain yang juga indah. Kamu memang catatan sempurna dalam kisah hidupnya. Akan selalu ada.

Selanjutnya kawan, hidupmu tergantung apakah tetap untuknya atau sebuah cerita baru yang mungkin bisa aku tulis di sini. Ilin bahagia dan kamu juga harus bahagia. Ini semua tentang keyakinan bahwa akan ada yang baik untukmu. Percayalah!

Kita tengok duniamu, penuh warna-warna lain. Hidupmu tidak hanya sampai di sini, ayo move on! Aku akan membantu sebisaku, berdoa untukmu semoga bahagia. Kamu akan dapat apa yang kamu inginkan. Ini hanya persoalan kecil yang aku yakin bisa kamu atasi. Anggap ini hanya proses pendewasaanmu. Langit masih cerah dan malam masih menunjukkan jutaan bintang-bintangnya maka kamu akan tetap jadi orang baik yang penuh harapan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s