Menjaga Air Ya Menjaga Kehidupan

Ranu Kumbolo 6Saat sebagian manusia di bumi ini dengan mudah membuang air dengan sia-sia, maka di waktu yang bersamaan di belahan bumi yang lain ada banyak manusia yang mati-matian mendapatkan seember air, bahkan air yang keruh atau kotor sekalipun. Di Indonesia sendiri masih banyak daerah yang kesulitan akses air bersih terutama saat musim kemarau. Ada beberapa faktor yang menyebabkan suatu daerah kesulitan mendapatkan air bersih selain karena musim kemarau menurut Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nurgoho, yaitu:

  1. Banyaknya limbah yang mengenai muara air bersih
  2. Kurangnya kawasan hijau
  3. Kerusakan DAS
  4. Pencemaran air
  5. Minimnya kawasan hutan
  6. Sedimentasi waduk dan lainnya

DAS

Karena kurang terjaganya lingkungan maka sumber air bersih yang terdapat di air tanah menjadi berkurang. Di daerah lain meskipun mengalami musim kemarau namun tetap tersedia air yang cukup. Penurunan air tanah karena karena eksploitasi air tanah secara besar-besaran karena pertumbuhan penduduk yang pesat. Menurut Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat bahwa Indonesia ditaksir memiliki laju pertumbuhan penduduk rata-rata 1,2 persen per tahun dan Saat ini, penduduk tersebar secara sangat tidak merata, di mana 65 persen penduduk hidup di Pulau Jawa, padahal pulau ini hanya memiliki 4,5 persen dari potensi cadangan air nasional yang berarti kebutuhan air bersih sangat tinggi namun ketersediaan air yang sedikit di pulau Jawa. Selanjutnya adalah alih fungsi lahan. Semakin pesatnya pertumbuhan penduduk maka semakin besar kebutuhan penduduk. Maka lahan yang fungsinya untuk menjadi daerah resapan air menjadi areal pertanian, pemukiman dan industri. Alih fungsi lahan ini mengakibatkan eksploitasi air tanah secara besar-besaran. Terakhir adalah perubahan iklim. Perubahan iklim ini menyebabkan curah hujan menjadi tidak merata dan hanya di satu area. Pada musim kemarau, kekeringan akan berlangsung lama dan buruk. Ketiga hal ini menyebabkan lebih dari 100 juta orang di Indonesia kesulitan mengakses air bersih, bahkan 70 persen populasi Indonesia bergantung kepada sumber-sumber air yang tercemar (www.menkokesra.go.id).

kekeringanFenomena kekurangan air bersih sudah bisa kita lihat di berbagai daerah yang sering dimuat di media televisi, cetak atau internet. Mereka yang kesulitan air bersih harus membayar mahal untuk air bersih atau bagi yang tidak mampu mereka harus berjalan kiloan meter untuk mencapai sumber air bersih bahkan terkadang sumur yang digunakan warga untuk mengambil air itu kotor dan tidak layak untuk kesehatan. Namun mereka tidak punya pilihan sehingga tetap menggunakan air itu. Bagi kita yang berada di daerah yang mudah air sebaiknya tetap hemat air dan bijak menggunakan air. Jangan membuang air untuk hal yang tidak perlu sehingga kelestarian air tanah tetap terjaga.

Pemerintah seharusnya tidak tinggal diam melihat fenomena ini. Rakyat menderita karena kesulitan akses air bersih. Solusi jangka pendek yang bisa dilakukan pemerintah adalah memberikan akses air bersih secara mudah seperti pemasangan pipa-pipa untuk mengalirkan air dari sumber ke pemukiman penduduk yang kekurangan. Solusi jangka panjang adalah menjaga kelestarian air, baik itu air bawah tanah maupun air permukaan tanah. Untuk air permukaan tanah melakukan pembersihan terhadap sungai, danau atau waduk yang tercemar polusi dan memberikan sanksi yang tegas terhadap pelakunya. Mengatur penggunaan air secara tepat dan efisien untuk kepentingan irigasi, industri dan rumah tangga. Untuk air bawah tanah bisa memberikan aturan tentang penggunaan air tanah melalui sumur bor sehingga bisa terkendali.

Menurut saya ada beberapa cara yang dapat kita lakukan untuk menjaga kelestarian sumber air minum:

  1. Mari kita ajak diri sendiri, keluarga, teman dan orang sekitar kita untuk menjaga dan berhemat air bersih.
  2. Menambah area hijau sebagai lahan resapan air sehingga air tanah tetap terjaga.
  3. Melakukan reboisasi hutan.
  4. Menjaga DAS agar tidak tercemar polusi misalnya tidak membuang sampah ke sungai.
  5. Mengadakan suatu kegiatan kerja bakti untuk membersihkan sungai atau danau.
  6. Memasukkan ke kurikulum sekolah dasar tentang kelestarian lingkungan. Sehingga diharapkan sejak dini anak-anak sudah mempunyai sikap peduli lingkungan.
  7. Pemerintah bekerjasama dengan negara yang berhasil mengelola sumber air minum. Pemerintah bisa melakukan cara yang sama dilakukan negara tersebut.
  8. Menggunakan teknologi yang efektif dan efisien sebagai sumber air minum seperti Pure it.

pureKebutuhan air minum untuk rumah tangga bisa menggunakan teknologi yang diperkenalkan Unilever melalui Pure it. Pure it adalah langkah brilian dalam rangka pemanfaatan sumber air minum karena penggunaannya tanpa gas atau listrik sehingga menghemat uang. Pure it sangat praktis dan menyehatkan sehingga layak untuk dipakai untuk rumah tangga yang mempunyai aktivitas padat.

Cara kerja pemurnian air dalam Pure it dibagi menjadi 4 tahap, yaitu:

  1. Tahap 1

Saringan Serat Mikro menghilangkan semua kotoran yang terlihat.

  1. Tahap 2

Filter Karbon Aktif menghilangkan pestisida dan parasit berbahaya.

  1. Tahap 3

Prosesor Pembunuh Kuman menghilangkan bakteri dan virus berbahaya dalam air.

  1. Tahap 4

Penjernih menghasilkan air yang jernih, tidak berbau, dan dengan rasa yang alami.


Komponen yang ada pada tahap 2, 3, dan 4 disebut Germkill Kit (Perangkat Pembunuh Kuman) yang akan memurnikan 1500 lt air atau setara dengan 80 galon (suhu air 25 derajat , kelembaban sedang) untuk 6 – 8 bulan pemakaian. Masa pakai Germkill Kit tergantung dengan pemakaian air keluarga kita.

Fitur-fitur Pure it:

  • Germkill Life Indicator (Indikator) akan memberitahukan kapan harus mengganti Germkill Kit.
  • Garansi 1 tahun untuk cacat
    produksi sejak tanggal pembelian.
  • Jika Germkill Kit yang sudah habis masa pakai belum diganti, Mekanisme Penghentian Otomatis akan menghentikan aliran air dari Wadah Atas sehingga menjamin keluarga kita selalu mendapatkan air minum yang aman dan sehat.
  • Kapasitas Wadah Atas 9 liter, Wadah Transparan 9 liter.
  • Pureit memenuhi kriteria ketat internasional dari Environmental Protection Agency (EPA), Amerika
    Serikat, untuk menghilangkan bakteri dan virus berbahaya.


Kelebihan Pure it:

  1. Sangat praktis sekali. Hanya memasukkan air tanah/PAM mentah yang biasa kita masak ke dalam alat dari bagian atas, Pure it akan memurnikan air untuk siap diminum.
  2. Tidak memerlukan gas, listrik, dan saluran pipa.
  3. Pure it memiliki indikator yang dapat menunjukkan lebih awal kapan perlu mengganti Germkill Kit (mekanisme penghentian otomatis).
  4. Kapasitas hingga 9 liter di top chamber ditambah 9 liter di transparent chamber.
  5. Air terlindungi dari kuman berbahaya penyebab penyakit dengan menggunakan standar terketat EPA (Environmental Protectio Agency) USA yang menghilangkan log 6 bacteria, log 4 virus, dan log 3 parasites.
  6. Biaya per liter pemurnian air hanya Rp.100, jauh di bawah harga air galon dari merek ternama (Rp.526/liter), air isi ulang (Rp.187/liter), dan air rebus (Rp.107/liter).
  7. Pure it mendapatkan sertifikat dari lembaga ilmu pengetahuan di Asia dan Eropa seperti:
    1. UGM, ITB, IPB untuk kinerja Pure it
    2. Sucofindo untuk kinerja Pure it
    3. Scottish Parasite Diagnostic Laboratory, Glasgow, Inggris
    4. Indian Public Health Association
    5. London School of Hygiene and Tropical Medicine (University of London), Inggris (www.pureitwater.com/ID/)

            Kita semua sebagai warga dunia harus bersatu dan berkomitmen menjaga kelestarian lingkungan dan alam. Perubahan iklim dan kerusakan alam harus segera dicarikan solusinya. Mari bijak menggunakan air bersih, mari menanam pohon, mari membuang sampah di tempatnya dan mari membantu saudara yang kesusahan air. Kesulitan air ini menyadarkan kita bahwa air adalah salah satu sumber kehidupan. Dengan kita menjaga dan merawat maka kita juga menyelamatkan kehidupan kita semua dan generasi yang akan datang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s