Luve Litee Dewa Penyelamat Sang Buntal

Saya tahu kalau anak yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas biasanya selalu menjadi sasaran bully orang-orang disekitarnya. Ada saja bahan olok-olokan yang ditujukan untuk anak gendut. Kenapa saya tahu? Karena saya juga gendut. Padahal kalau dilihat saya tidak terlalu gendut, paling Cuma agak buncit dikit. Obesitas mulai dialami Indonesia dan buktinya di mana-mana anda pasti menemui baik anak-anak, remaja hingga orang tua yang gendut dan itu tidak enak dipandang kalau salah pakai pakaian. Bahkan ada size pesumo besar badannya. Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Indonesia tahun 2010 menunjukkan angka kelebihan berat badan dan obesitas pada penduduk dewasa di atas usia 18 tahun besarnya 21,7%, dimana 11,7%  (27,7 juta jiwa) adalah obesitas. Naah hayoo gimana Indonesia kalau gitu, coba bayangkan 230 jutaan warga Indonesia gendut, serem. Hal ini tidak sesuai dengan anggapan bahwa obesitas cenderung di negara maju, nah negara kita kan belum maju-maju banget kan. Mungkin perilaku yang cenderung meniru budaya kebaratan cukup mempengaruhi misalnya konsumsi junk food, biar dikira keren padahal jadi gendut.  Obesitas dan kelebihan berat badan memang bisa menimbulkan beberapa penyakit seperti gangguan jantung dan pembuluh darah, gangguan fungsi paru-paru, diabetes dan peningkatan kolesterol, gangguan persendiaan, gangguan sistem hormonal, meningkatkan risiko penyakit ganas (bagi wanita kanker rahim ((endometrium)) dan kanker payudara dan bagi pria kanker prostat dan kanker usus besar ((kolorektal)). Serem ya penyakitnya? (Jadi ikut ngeri). Hal itu menyebabkan si gendut cenderung jadi pesimis dan ketika ingin mengurangi berat badan maka segala hal yang berbau makanan atau minuman yang mengandung lemak akan dijauhi.

Lalu apa penyebab kegemukan atau obesitas? Penyebab utamanya sih pola makan tidak seimbang dan aktivitas fisik yang rendah menjadikan angka prevalensi gizi lebih atau obesitas meningkat. Selain itu ada beberapa penyebab lainnya. Coba anda-anda yang gemuk pikir apa ada salah satu penyebab ini yang anda alami:

1. Faktor Genetik

Kegemukan atau obesitas bisa diturunkan sehingga diduga memiliki penyebab genetik. Keluarga juga memberikan makanan dan pola hidup yang menjadikan terjadinya kegemukan. Jadi kawan-kawan kalau punya orang tua gendut terus kamu gendut yah berarti sudah takdir lah, seperti saya kenapa ga nurun gen ibu yang ga gendut, nasib.

2.Faktor Gaya Hidup dan Lingkungan

Gaya hidup yang serba instan tanpa memperhatikan kandungan gizi dalam makanan serta jenis aktivitas seseorang yang menyebabkan terjadinya obesitas. Lingkungan yang menyebabkan perilaku dalam pola makan yang tidak teratur juga menjadi salah satu penyebabnya. Hayoo siapa yang kalau makan asal kenyang, mie dibanyakin sama nasi, trus kalau malam begadang sampai pagi dan pagi jarang sarapan? Pantes jadi gendut (Itu aku kok salah satunya).

3. Faktor psikis

Kebiasaan makan seseorang bisa dipengaruhi oleh emosi. Reaksi terhadap emosinya adalah makan. Jadi kita sering dengar kan “Kamu kok tambah gendut? Iya aku stres, kalau aku stres aku suka makan”. Cewek yang marah-marah karena cowoknya baru cium cowok lain jadi ngambek dan makan segala makanan seperti buto ijo.

4. Kesehatan

Ada beberapa penyakit yang bisa menyebabkan kegemukan adalah hipotiroidisme (menurunnya kadar hormon tiroid dibawah normal yang berpengaruh pada perkembangan dan kecerdasan) , sindrom cushing (kelenjar adrenalin memproduksi hormon kartisol berlebihan yang bisa mengakibatkan bertambahnya berat badan). Wah semoga anda semua dan keluarga bisa terhindar dari penyakit ini, amin.

5. Obat-obatan

Obat-obatan tertentu bisa menyebabkan kegemukan. Beneran lho emang, dulu saya punya saudara dia itu kurus banget dan ga mungkin gendut eh kata e habis minum obat-obat apa lupa aku jadi gendut dia. Tapi obatku cukup senyummu itu hehehe

6. Perkembangan Pada Saat Kanak-kanak

Penderita obesitas, terutama yang menjadi gemuk pada masa kanak-kanak, bisa memiliki sel lemak sampai 5 kali lebih banyak dibandingkan dengan orang yang berat badannya normal. Itu kayak menanam, kita memetik hasilnya dikemudian hari. Eh tapi ini sel lemak ya, aduh.

7. Aktivitas Fisik

Kurangnya aktivitas fisik dan ditambah makan makanan yang kaya lemak maka akan mengalami obesitas. Karena gerak bisa membakar lemak. Ini yang kurang dari saya, kurang aktivitas, maklum jomblo (lupakan).

Wah ternyata mengkhawatirkan juga ya perkembangan masyarakat sekarang ini. Di saat semakin majunya tingkat pengetahuan, teknologi dan ekonomi maka semakin menuntut masyarakat untuk menyesuikan pola gaya hidup dengan tuntutan jaman. Akibatnya demi pekerjaan dengan bos galak maka manusia akhirnya memilih jalan instan serba praktis agar tidak ribet. Salah satunya makanan yang dikonsumsi yang memiliki lemak adalah es krim. Padahal es krim itu enak banget lho, lembutnya, dinginnya, manisnya, rasanya dan sensasinya. Itu adalah godaan terbesar si buntal dalam urusan diet. Makan salah ga dimakan dia menggoda bagai biduan dangdut. Mungkin kaum buntal ini iri dengan mereka yang makan banyak tapi ga gendut-gendut.

Nah Campina sebagai produsen es krim yang sudah diakui kelezatannya menciptakan terobosan baru bagi para si buntal. Campina menciptakan solusi es krim dengan memakai susu kedelai menggantikan susu sapi sehingga es krim ini menggunakan lemak nabati yang baik bagi tubuh daripada lemak nabati. Campina juga memakai emulsifier dari bahan nabati. Apa nama produk penolong ini? Jeng jeng jeng LuVe Litee namanya. LuVe Litee cocok untuk segala umur baik anak-anak, remaja, dewasa dan orang tua karena aman. Bagi yang berdiet dan ingin es krim enak ini pilihannya. Jadi bukan masalah lagi untuk menikmati kelezatan es krim tanpa merasa takut gendut, woles lah sambil goyang-goyang gara-gara LuVe Litee. Es krim 100% non dairy ini merupakan bentuk perhatian Campina terhadap masalah obesitas sekarang ini tanpa mengesampingkan nilai kelezatan es krim sejak lama. Singkirkan perasaan anti es krim karena sudah muncul dewa penyelamat para buntal yang dilema oleh godaan es krim berlemak karena LuVe Litee muncul sebagai es krim lowfat menyehatkan.

Slup LuVe Litee

LuVe Litee menggunakan susu kedelai sebagai bahan dasar. Eh bentar, susu kedelai? Iih aku agak ga suka soalnya rasanya kurang enak. Pernah ya waktu kecil dulu aku dikasih susu kedelai terus muntah-mutah karena mual. Tapi LuVe Litee ini beda lho, pas aku testing pertama kali dan tahu rasanya seperti apa teman? Enak banget, manisnya pas, rasanya pas, dan lembutnya pas. Malah aku tidak merasakan susu kedelai sama sekali. Beneran satu rasanya kurang jadi pingin nambah satu. LuVe Litee tersedia berbagai rasa seperti Green LuVe Litee terbuat dari bubuk the hijau dari variatas tehe hijau terbaik di Jepang yaitu Matcha, Luve Litee Raspberry Rosella terbuat dari raspberry dan saus rosella segar dan LuVe Litee Chocolate terbuat dari bubuk coklat yang rendah lemak. Aku paling suka rasa coklat, enak lho, beneran.

varian rasa

Wah keren LuVe Litee ini, bagi yang ingin sehat dengan cara lezat jangan lupa sediain Luve Litee di kulkas kalian. Rugi kalau tidak memanfaatkan terobosan cerdas ini. Ketika kita memakai produk sehat ini berarti kita juga menjaga tubuh kita agar selalu sehat. Nyaammmmm.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s