Mute Fiture Was Nonactive in Bromo (Bagian 1)

Bloody hell siapa ini yang mengusik ketenangan tidurku jam setengah satu pagi? Ini baru bisa tidur jam 11 lho gara-gara deg-deg an nunggu berangkat ke Bromo jam 1 pagi (kopi ikut penyumbang juga selain deg-deg an sekitar 11%. Eh ga kayak e, 35% deh). Kalau dipikir orang macam apa yang biar bisa tidur jam 9 biar bisa bangun jam 1 pagi minumnya kopi jahe? Orang itu aku hahahahaha sorry.

Sleep Well

Waduh-waduh isi hape jam setengah satu itu panggilan telpon, BBM, SMS bunyi-bunyi terus. Harusnya pake surat merpati seperti jaman-jaman kerajaan dulu atau kayak di film-film Disney yang seorang putri raja di balkon istana menerima surat yang diantar merpati, keren kan? Harusnya keren, jadi kalau ga bangun burung merpatinya bisa bangunin “meeooow bangun meeoooow, tu teman-temanmu nungguin pinggir jalan meoow kedinginan mau diangkut petugas satpol PP meooow” wussss dan merpati setengah kucing itu berubah jadi peri cantik  Emma Watson

depositphotos_17453289-Gray-Pigeon-Carrying-A-Letter-In-An-Envelopeemma_watson_2013_photo_9

===>

*NB: kalau mau protes ke depan gedung DPR saja

Wiih pesan masuk suruh cepat-cepat ke kosnya mbak Anke. Sampai-sampai mbak Anik BBM tulisannya pake tulisan Hànzì atau aksara Cina tradisional, wow anak Kediri yang ta kira cuma bisa tulisan glyph ternyata bisa juga tulisan Cina kuno (atau tulisan biasa berhubung masih setengah sadar jadi aku baca terlihat seperti tulisan Cina kuno).

Oke aku cepat kok soal e udah ta siapin sejak sore kayak jaket, tas, minuman, uang, istri yang solehah, sorban, sarung tangan dan sepatu. Berangkat menerobos sepi dan tenangnya kota Malang pakai muka ngantuk. Eh ada orang di pinggir jalan, manggil-manggil gitu yang ta pikir orang-orang itu ngira aku ojek. ternyata itu mereka, ya deh bisa langsung berangkat.
“kenapa lama?”
“Sorry, jalanan macet” (always use a mainstream reason lads *tips*)

Jadilah kami bersepuluh berangkat pada tanggal di mana Alvan Graham Clark menemukan bintang katai putih Sirius B, Ham jadi seekor homind pertama yang bisa cuci mata lihat luar angkasa daripada bergantungan di pohon seperti biasanya, dunia menyambut bayi yang kelak akan membuat wanita-wanita teriak histeris ketika dia tampil yaitu Justin Timberlake, tanggal 31 Januari 2014 dini hari kami berangkat.


Untungnya ga terlalu dingin sih, jadi santai di jalan, cuma berhubung mengejar sunrise akhirnya ga santai, ya akhirnya agak ngebut tapi ta lihat spion kok agak jauh 3 sepeda belakang kami. Wah akhirnya cuma 2 sepeda yang di depan dan akhirnya di jalan yang kalau lurus ke Pasuruan kota dan kalo kiri ke arah Sby kami berhenti buat nganter mbak Wulan naik bis pulang ke Surabaya (Lho tanduk e keluar :p), hehehehe ga kok, nungguin sepeda lainnya.

Nunggu sambil ngobrol, kami berempat terus menunggu tapi apalah artinya kalau ga pasti (NP: Apalah (Arti Menunggu) – Raisa) + aku kebelet pipis, sial. Celingukan cari pohon besar tapi ga nemu, ada gang tapi ntar ada rombongan ibu-ibu pengajian gimana, ya siapa tau pengajian dini hari. akhirnya ditelpon ternyata mereka lewat jalur Nongkojajar. Waduh tanpa peta Dora ternyata emang susah perencanaannya, jadi kurang koordinasi tapi aku yakin prinsip mereka “Kalau jodoh pasti bertemu, Tak akan lari gunung (Bromo) dikejar” (NP: Jodoh Pasti Bertemu – Afgan). Diputuskan kami berempat lewat Pasuruan. Oke.

“Kalau abis lewat ini kamu ngebut ae ya, pokok jangan sampai melambat wes”
Itu kata-kata keramat mbak Anke ke aku. Cuma ga tau maksudnya apa.

Mungkin dia habis nonton Fast 6 jadi pingin ngebut kayak di film atau sepanjang jalan ada cewek-cewek melambai-lambai pake baju putih panjang rambut panjang minta sate (Si Kunti) hiiiiii atau dia punya hutang uang sama penduduk daerah situ jadi takut ditagih, atau yang paling seram: ada banci-banci berdandan ala Kunti Aaaaaarrrrrrrrgggggghhhhhhh…..!!!!!!!!!!

Setelah lewat daerah itu dia baru mau jelasin kalau daerah itu rawan begal. Oalah cuma begal tow hah.. Okefine.

Setelah itu lewat pasar, lupa aku nama daerah, pokok bukan pasar genderuwo ya gpp sih. Semangat benar orang-orang ini di pagi yang dingin. Keren. Mulai masuk kaki gunung dan jalanan mulai agak nanjak. Sebelumnya agak terang tiba-tiba gelap dan aku pas di suatu jalan, jalan itu seperti aspalnya terputus hanya gelap. Waduh masa’ aku ini masuk dunia lain, jadi ngeri juga tiba-tiba sepeda ini kalau berhenti masuk dunia gelap itu, di situ cuma kamu yang bisa nerangi hati dan jiwaku *lirik kamu*.

vampire-freaks-black-darkOh ternyata masih ada jalan, alhamdulillah. Cuma gelap jadi cuma sinar sepeda motor ini. Ada beberapa rumah penduduk dan selebihnya hutan. Jalanan ini pernah aku lewati cuma pas pulang dulu saat ke Bromo pertama kali (nanti ada ceritanya sendiri) jadi hemat bensin. Ini nanjak tikungan beloknya langsung nanjak, aku jamin Marq Marquez sekalipun susah pole position di medan kayak ini. Bensin lewat jalan kayak gini jadi boros padahal dulu lewat jalur satunya masih penuh dan harus hati-hati 2x lipat. Tapi asyik ini pengalaman baru lewat jalan ini ke Bromo.

Excited dan tegang. Apalagi pas abis belokan nanjak kanan tiba-tiba di kiri jalan ada putih-putih jalan kesorot lampu sepeda motorku, damn!
Kaget dan langsung agak lemas aku. Apaan itu tadi. Mungkin ibu-ibu pake mukenah subuhan, tapi di mana musholanya. Ah masih kepikiran gara-gara itu.

(Lanjut nulis lagi setelah tulisan ini ke-pending 2 bulan gara-gara skripsi yang susahnya dosenku ini menarik kebahagiaan hidupku kayak Dementor halah. Lah aku mau selesain biar ga ada kepikiran lagi e, untungnya udah selesai dan ujian, agak plong. Lho kok jadi curhat?) Jadi lanjut perjalanan dengan pikiran penuh tanya putih-putih tadi apa. Ah fokus jalan aja walau kadang ga dengar Anke ngomong apa cukup jawab “iya, iya tah, ooh, terus?” hahahaha :p

Sampai juga di desa tempat mau masuk gerbang Bromo, waah ketemu mbak Anik dkk yg tadi lewat jalan satu e, kirain udah di Penanjakan sana. Setia nunggu kami ternyata, so sweet *peluk Mbak Anik sepeda motor*. Ah tapi aku dan Anke jalan duluan ke Penanjakan, kami tinggal mereka yang nunggu kami huaahahahaha *ketawa setan*. Eh di jalan agak atas baru ingat kalau kebelet pipis, duuh berhenti bentar ah, gelap bgt. Pipis dulu tapi Anke suruh jangan lihat, risih lho, pokoknya kalau lihat dia ta cap mesum huahaha. Laah gangguan lain ada sepeda motor yang banyak lewat, terus aku kapan pipisnya, nunggu sepi dulu. Aaah akhirnya pipis juga, berhubung ngempetnya lama jadi banyak juga yang harus dibuang dan di bawah rombongan sepeda mau naik, sial, harus cepat ini, pake NOS pinjam Vin Diesel dulu akhirnya finish pipisnya yeeeeeaaay….!!!!!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s