Two Weeks Of Fate: Speak First

Jadi karena kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris saya terutama yang speaking maka disuruhlah ke “Kampung Inggris Pare”. Tanya teman yang dari Pare, Putri, dia ngasih saran coba ke Daffodils. Browsing dulu memang ternyata Daffodils salah satu yang terbaik di Speaking. Buka situs web Daffodils banyak yang gak ngerti maksudnya apa. Akhirnya coba ke tempatnya buat tanya-tanya langsung. Pas jumat ke sana tapi kok gak nemu jalannya dan aku nyasar sampai ke jalan veteran. Tapi aku sempat melewati jalan yang kiri kanannya banyak lembaga kursus bahasa Inggris itu. Mengandalkan Google Map tapi gak akurat dan untungnya ketemu jalannya tapi Daffodils gak ketemu. Mau jumatan jadi mungkin lain hari ke sini lagi. Sebenarnya sudah minta tolong Rizal teman sekelas kuliah yang rumahnya di Pare tapi kayaknya dia gak bisa. Mungkin lagi ngejar skripsi yang deadline, semangat Zal! Makin kesini makin ngerti, untung akun Twitter Daffodils responya cepat kalau ada mention pertanyaan jadi paham. Setelah bayar besoknya langsung berangkat ke kantor buat daftar ulang, akhirnya beres.

Hari 1 (10-08-2015)
Ini hari pertama masuk les speak first C yang masuknya jam setengah 11. Alasan ambil jam segitu soalnya saya punya kebiasaan begadang jadi bangunnya agak susah, maklum insomnia. Istilah anak jeketi itu Shonichi (hari pertama), jadi deg-degan serasa baru masuk sekolah, padahal udah sekolah dari dulu. Di keterangan yang ngajar namanya Nur, saya kira wanita ternyata pria. Mr Nur juga awal masuk “menyamar” biar bisa tahu keadaan canggung kami. Aku juga gak tau kalau dia pengajarnya, lah kok tiba-tiba nyalain musik pake speaker kelas, greget juga ini murid baru. Terus Mr Nur memperkenalkan diri, nah di situ baru paham aku. Kami disuruh perkenalan ke masing-masing murid kelas itu.
Setelah perkenalan mungkin saya masih belum ingat kalian, harap maklum ya karena gak tau kenapa akhir-akhir ini saya mudah lupa jadi perlu waktu untuk ingat nama dan orangnya. Setelah itu kami disuruh memperkenalkan satu per satu dalam bahasa Inggris. Wah ini dia deg-degan lain yang dimulai. Bahasa Inggris mereka jago-jago ya, dasar anak muda jam sekarang cepat banget majunya, good job.
Giliranku, intinya nama saya dan boleh panggil namaku terserah (Dari kecil sampai sekarang aku dapat panggilan bermacam-macam mulai dari Deb, Bii, Bian, Yan, Yol, La, Mber), kalau yang lainnya ditanya mau tinggal berapa lama di Pare jawabnya 2 minggu, 1 bulan, 3 bulan hingga 6 bulan aku jawab sampai jam 12 siang. Bener kan aku gak tinggal di Pare dan Mr Nur ngomong kalau tinggal di Pare bisa lebih cepat berkembang kemampuan speaking tapi ada kondisi yang belum bisa buat aku tinggal di Pare. Selesai perkenalan dilanjut apa ya lupa aku, pokoknya disuruh translate kata pengantar modul speak first. Pulang. Intinya hari ini dunia itu luas, di atas awan masih ada awan. Banyak banget yang jago bahasa Inggrisnya, aku merasa bahasa Inggrisku seukuran Plankton diantara timbunan Mr Krab.

Hari 2 (11-08-2015)
Hari kedua dan masih gugup. Kami pindah kelas dan lanjut ke baca hasil translate. Mr Nur mengelompokkan kami jadi sebuah grup untuk tanya jawab agar lebih mengenal, in English of course. Ada 5 orang, yang pertama Aris yang dari Purwodadi kuliah di UGM mau ambil S2 dengan beasiswa makanya dia belajar bahasa Inggris. Awalnya tanya-tanya agak formal seperti anak SMA. Yang kedua (maaf lupa nama) dari Makasar, ke sini untuk belajar dan liburan atau apa lupa aku, dia di Geografi. Aku perkenalkan diri, buset otak dan mulut gak singkron ya, output speaking ku agak berantakan dan susah vocabulary. Eh pake ditanya makanan khas Jombang, secara susah jelasin makanan khas Jombang tapi karena letak Jombang yang di tengah-tengah jadi banyak perpaduan dari daerah, makanya makanan khas asli aku gak terlalu tau.
Tapi tak kasih tau kalau kecap Jombang itu enak banget, rasanya khas bahkan daerah lain juga pakai kecap ini. Selanjutnya yang dari Sragen (maaf lupa namanya), dia kuliah di Semarang. Dia perlu menambah kemampuan bahasa Inggrisnya biar cita-cita jadi guru bisa komplit, guru yang bisa bahasa Inggris. Selanjutnya yang dari Bogor Isyfa, dia mau meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisnya juga. Kota hujan, si Makasar tanya apa gak banjir kalau hujan, yang banjir ya Jakarta, jadi Bogor gak pernah banjir meskipun hujan terus. Aku tanya apa nama istana presiden itu di Bogor? Istana Bogor jawabnya, oh iya lupa aku dan katanya dekat Kebun Raya Bogor, keren ya pasti adem, pantes pak Jokowi milih istana Bogor. Aku ngomong kalau aku suka talas, secara Bogor terkenal talasnya. Yang dari Makasar malah bingung, aku jelasin kalau talas digoreng itu enak kayak kentang goreng, dia kayaknya masih bingung dan aku juga bingung.
Yang dari Purwodadi malah nunjukin makanan khasnya yaitu semacam sup yang bahan utamanya frog (kodok), tapi sekarang diganti ke mentok karena diharamkan MUI setempat, si Makasar malah gak tau mentok itu apa hahahaha terus wisata unik di sana itu ada namanya lupa tapi katanya daratan yang terdapat lumpur hidup, jadi siapa yang ingin disedot bisa ke sana. Aku tanya apa dia pernah makan kodok itu? Pernah tapi cuma kakinya saja, si Makasar nyaut Frog? Frooog? Frooooog? Dia baru sadar -__- Si Bogor katanya suka masak tapi di camp dia gak mau masak, aku tanya apa bisa buat seblak? Bisa dan katanya pedas, ya memang pedas dan aku suka pedas. Apa itu seblak? Si Makasar tanya, ini yang agak susah jelasin, jelasin kerupuk mentah direbus dan nantinya dicampur sama bumbu-bumbu dalam bahasa Inggris itu susah men. Aku suruh dia browsing aja apa itu seblak, dia tulis ejaannya S E B L A K. Aku suka lho sama Coto Makasar, dagingnya banyak banget hahahaha si Sragen aku tanya apa ada orang terkenal atau tokoh nasional dari Sragen. Dia malah jelasin pejabat daerah situ yang kena kasus korupsi pajak, itu terkenal haduuh hahaha.
Selesai diskusi yang menyenangkan dan buatku tahu berbagai macam daerah yang menarik, semoga bisa berkunjung ke daerah kalian. Selanjutnya Mr Nur membacakan kata dan kami ikuti, disuruh mempelajari bagian expressions, y ampun si Makasar kalau ngomong bisa lepas dan terasa bebas, keras pula hahahaha Time is up! (waktu telah berakhir) Time is over! (waktunya sudah lewat) dia baca itu dengan lantang, lainnya Cuma geleng-geleng dan senyum, ini gara-gara jam dinding udah lewati jam 12 artinya les selesai, dia nyindir atau ngingatin ya, bingung. Seru hari ini.
Hari 3 (12-08-2015)
Hal menarik Rabu ini yaitu kami diberikan tugas untuk membuat mini drama dari kumpulan expression di buku modul. Diundi kelompoknya pakai gulungan kertas dan aku dapat kelompok 1. Segera kami diskusi dan membicarakan jalan cerita dan dialog. Karena expression ini tentang kelas jadi kami membuat tema suasana kelas, ceritanya tentang guru yang mengajar dan ada yang terlambat, kemudian dihukum, udah. Simple kan?
Dikasih waktu yang mepet dan dalam bahasa Inggris agak ribet juga ya. Tapi senangnya itu orang-orang di sini kalau dapat tugas itu langsung tanggap, beda sama jaman sekolah dulu yang ogah-ogahan dan lambat baru diskusi itu pun lama hahaha.
Dialog, plot cerita dan bagian masing-masing udah beres. Kelompok dua dulu yang maju baru kelompok 3 maju, eh ceritanya sama yaitu ada yang terlambat. Kelompok dua alias kelompok kami maju, awalnya lancar semua sesuai porsi. Pak guru jelasin materi yang sama kayak Mr Nur tadi, pada ketawa termasuk Mr Nur karena “impersonifikasi” dari pak guru. Tiba yang terlambat untuk masuk kelas, nah ini adeganku. Lah kok pak guru yang ambil dialogku, mulai ini berantakan hahaha. Dia dihukum nyanyi kemudian tidak ada angin tidak ada hujan harus menunjuk dua orang teman ikut menyanyi, tapi malah ribet nyanyinya, ini yang dihukum siapa yang ribet siapa hahaha pas nyanyi diinterupsi sama lainnya (maaf lupa nama). Interupsinya greget, berdiri kemudian dengan lantang sambil nunjuk-nunjuk untuk nyanyi lebih keras, aku dan pak guru cuma natap heran. Bayangkan di kelas yang nyata, ada murid dihukum di kelas dan di kelas itu ada pak guru, biasanya suasana kelas jadi hening karena takut. Ini tidak, muridnya lebih galak dari gurunya. Murid yang kayak gini mungkin cuma ada di film Crows Zero atau drama Majisuka Gakuen hahaha Pas dia improvisasi aktingnya yang berdiri itu kami semua tertawa karena lucu, dia juga tidak bisa nahan tertawanya. Sir, I think time is over! Ya seru hari ini. Semoga ke depan makin seru.
Hari 4 (13-08-2015)
Pertemuan kali ini awalnya Mr Nur menjelaskan tentang cara mudah mengingat rumus tense. Mulai simple present, simple past, perfect tense, continuous tense dan future tense. Lumayan lah mengingat pelajaran SMA dulu. Kayaknya nanti aku yang bakal ditunjuk, gejalanya aku ditanya bingung gak sama penjelasan tadi kok kayaknya bingung. Aku sih gak bingung tapi mungkin ekspresiku yang kelihatan bingung dan kelihatan agak sakit, padahal ya aku baik-baik saja. Apa gara-gara pakai jaket di saat yang lain kepanasan? Aku sih gak gerah-gerah amat jadi tidak aku lepas. Nah ditanya satu-satu rumus tadi, giliranku ditanya kelima rumus tense itu, ya jawab aja kan sudah nempel di otak gara-gara dimarahi pak Sam hahaha (Asyik, songong dikit).
Selesai itu kami coba listening. Jadi ada 4 profil orang yang bercerita tentang dirinya kami harus mengisi keterangan yang disebutkan. Listening ini langsung flashback ke ruangan sebelah mushola SMANEMA sekitar jam 5.30 pagi. Ya les toefl bareng mama Titin, ini les menegangkan sekali, secara mama Titin langsung headshot kalau udah berkata hahaha. Tapi listening di les ini beda kok, ringan, santai dan tanpa tekanan. Waah pakai british english listeningnya, banyak kalimat yang susah dimengerti. Perlu belajar lagi, pardon me Harry Potter.

Hari 5 (14-08-2015)

Hari ini Mr Nur memberi kami 13 pertanyaan yang harus dijawab dengan penjelasan. Seperti ini:

IMG_20150814_114833

Tiba-tiba Mr Nur buat kursi yang berhadapan, satu per satu dipanggil. Waah aku dipasangkan sama Rizka. Semoga lancar ya, takutnya gak bisa nyambung soalnya dia kan kalem sama kayak aku, nanti conversation-nya diam-diaman. Grogi nih hahahaha.
Mulai (langsung jawaban dalam bahasa Indonesia):
1. Aku: Sosiologi, karena harus update apa yang terjadi di masyarakat dan fenomena apa saat ini.
Rizka: Bahasa Inggris, karena dia suka dengar musik dan lihat film yang berbahasa Inggris.
2. Aku : Pas kelas 2 SMA (ekspresi Rizka bingung penjelasanku) aku ada di kelas paling kacau di sekolah, dibagi guruku menjadi kelompok surga dan neraka. Untung aku masuk surga.
Rizka: Bermain dengan teman, jalan-jalan bareng dan lain-lain.
3. Aku: Punya, tapi ini bad romance. Pas mau ngomong dia ternyata sama yang lain.
Rizka: Oh sama, ada yang aku suka tapi dia udah ada pacar. Jadi sejak dulu single.
Aku: Wooh sejak SD belum berpacaran ya (big grin).
4. Aku: Apa ya, kecantikan itu sesuatu yang baik dan nyaman.
Rizka: (kayaknya tadi Rizka gak jawab pertanyaan ini)
5. Aku: Cantik dari dalam itu sikap yang baik, kelakuan yang baik tapi tetap harus jaga penampilan yang baik karena awalnya tetap dari penampilan.
Rizka: Cantik dari dalam itu perilaku yang baik, sopan santun dan kelakuan yang bagus. Aku harus punya itu.
6. Aku: Tidak, ……………. (aku lupa jawabanku)
Rizka: Tidak, …….. (Aku juga lupa jawabannya)
7. Aku: Ini pertanyaan sulit karena aku juga tidak terlalu percaya diri … (lanjutannya lupa)
Rizka: …………. (Lupa jawaban awalnya) dan berdoa
8. Aku: …… (Lupa jawabannya)
Rizka: ….. (Lupa jawabannya)
9. Aku: Pernah, saat mempersiapkan sesuatu tidak dengan baik, rencana yang kurang matang dan bertemu seseorang yang baru dikenal.
Rizka: Saat melihat orang yang aku sukai. (ciiiiiieee :p)
10. Aku: Biasanya aku mendengarkan musik. Ya seperti Paramore, Maroon 5 dan Mocca.
Rizka: Mocca? (kemudian dia menyebutkan judul lagu yang beda aku dengarkan makanya aku bingung)
Aku: Coba “Twist Me Around” atau “Bundle Of Joy”.
Rizka: Aku biasanya jalan-jalan sama teman, bersama keluarga dan berdoa.
Aku: Band atau penyanyi favoritmu?
Rizka: Ariana Grande.
Aku: Kalau film?
Rizka: *Hunger game 1, hunger game 2, ……….. *Aku dengarnya Hunger
Aku: itu serial?
Rizka: Bukan, tapi seperti Harry Potter. Udah pernah nonton?
Aku: Udah
Rizka: kalau udah gak perlu ta jelasin
Aku: Oke (Yaaach gak dijelasin)
11. Aku: “Selamat datang di klub” karena aku malas. Mau bagaimana lagi.
Rizka: Iya aku juga sedikit malas kok.
Aku: Ada quote dari Bill Gates “Saya akan merekrut orang malas. Karena orang malas selalu menemukan cara mudah”
12. Aku: Iya, karena lingkungan yang buruk akan mempengaruhi kita. Kalau bisa kita ke lingkungan yang baik seperti pecinta alam atau pekerja sosial.
Rizka: Kalau bisa kita membereskan itu agar menjadi lingkungan yang baik.
13. Tidak terjawab karena waktu sudah habis.

Wah ternyata kalau sudah mencair seru juga ya ngobrol sama Rizka. Malah kalau tanyanya di luar pertanyaan di atas jadinya seperti ngobrol biasa, rileks bisa sambil senyum-senyum gak mikir harus gimana jawabannya. Lucu ya dia. Harusnya waktunya ditambah lebih lama, 12 jam hehehehe
Selesai itu ada tugas buat drama. Okelah yang penting Ariana Grande masih Bang bang.

Hari 6 (15-08-2015)

Sebenarnya hari ini libur. Tapi karena ada tugas buat drama itu jadi ya tetap ke Daffodils buat bahas ini. Jam 10 pagi, wah sudah ada kelompok lain juga sudah datang. Datang ke situ tanpa ide cerita. Nunggu komplit dulu, tinggal mbak Dipta dan Isyfa. Isyfa datang duluan dan dia ada cerita. Jadi deh langsung dibuat dialog bahasa Inggrisnya, beberapa saat kemudian mbak Dipta datang, dia pesan mau jadi narator karena ada urusan di Surabaya. Saling bantu kalau ada translated yang susah dikerjakan bersama-sama sambil bercanda jadi tidak terasa tiba-tiba jam udah pukul 1. Selesai dialognya kita lanjut latihan, masih pegang teks karena belum hafal. Meskipun dialognya sedikit tapi susah juga ya karena harus hafal adegan dan pengucapan sebelumnya. Aku gak tau kenapa kalau di otak bisa terangkai mulus kata-kata bahasa Inggris, tapi pas ngomong itu susah ngucapinnya. Seru juga latihannya, asyik pokoknya.
Hari 7 (16-08-2015)
Minggu pagi harus ke Pare. Ngantuk banget karena aku tidur jam 3 pagi dan bangun jam setengah 7. Ketemuannya diundur jam 9, jadi di jalan pelan-pelan banget santai sambil ngantuk. Masih banyak waktu jadi santai aja, niatnya nyari kopi di mini market tapi gak nemu-nemu di Pare. Susah juga nyari di sini, agak jauh dari kampung Inggris baru ketemu. Langsung ke Daffodils, masih sepi hanya aku yang datang. Kemudian datang Ibnu, kemudian mbak Mutmainah dan mbak Vidanisa. Kurang satu, Isyfa belum kelihatan. Dari jauh kayaknya dia, wah iya. Lengkap, karena kurang panjang durasi drama dan dialognya jadi ditambah lah pembukaan dan beberapa adegan lainnya. Sekarang jadi lebih terurut kronologis dan bervariasi. Kita mulai latihan adegannya. Beres tinggal nyari musik dan properti yang aku bawa. Selesai latihan kita sepakat buat nyoba ketan di timurnya Daffodils. Setelah pesan kok gak ada tempat duduk, tapi ada 1 meja yang cuma diisi 1 orang, disuruhlah cewek-cewek buat duduk sana duluan, secara psikologis orang itu akan merasa gak enak dan akan pindah. Ah iya benar, berhasil. Seru banget bisa ngobrol sama teman-teman yang berasal dari luar daerah, kan mereka ada yang dari Bogor, Garut, Medan dan Makassar. Bisa tanya-tanya tentang daerah mereka dan aku cerita tentang daerah sini dan sekitarnya. Topiknya bisa macam-macam, baru kali ini bisa “seIndonesia” ini kalau aku nongkrong dan ngobrol. Amazing lah Indonesia.
Hari 8 (17-08-2015)
Hari senin ini bertepatan dengan perayaan HUT kemerdekaan RI ke 70 harus latihan buat drama lagi. Gak tau kenapa hari ini rasanya badan capek sekali dan tidak bersemangat. Benar-benar terasa capek, sampai punggungku aku kasih koyo. Sampai di Daffodils jam sepuluhan, ada beberapa revisi sedikit jadi latihan hari itu tidak terlalu lama seperti dua hari belakangan ini. Habis itu lanjut latihan adegan, latihan terakhir semua persiapan baik dari dialog, adegan, properti dan musik. Bismillah semoga lancar.
Hari 9 (18-08-2015)
Hari ini adalah harinya. Semua sudah aku siapkan, di rumah sudah berpakaian seperti polisi berpakaian preman, pakai jaket kulit dan kemeja. Ya mirip kapolsek seperti di acara tv hehehe tidak lupa bawa senapan mainan biar kayak polisi. Sumpah gak nyaman sekali pakai jaket kulit ini. Kelas dimulai dengan Mr Nur yang cerita tentang 17 Agustusan, tapi sudah tidak konsen, grogi mau tampil. Pengundian tampil pun dimulai, kelompok kami dapat yang pertama.
Semua properti yang aku bawa aku keluarkan, banyak juga yang aku bawa. Mulai serbet, selotip, gunting, kemoceng, uang receh dan senapan mainan. Untung pas ke Pare gak ada razia polisi di jalan hahaha. Saat kami tampil aku rasa kelas kurang kondusif karena sibuk mempersiapkan bagiannya masing-masing, jadi emang maju pertama itu risikonya. Drama kami sesuai dengan rencana mungkin backsound yang kurang jadi tidak terlalu maksimal untuk melengkapi drama kami. Mungkin drama kami sederhana dan akting kami kurang menjiwai tapi kami sudah berusaha terbaik yang bisa kami lakukan, 3 hari kami terus berlatih dan tidak ada libur saat lainnya libur karena kami sadar kalau bukan kelompok terbaik di drama. Aku sangat bangga dengan kerja keras kelompokku, sangat koperatif dan asyik.
Kelompok selanjutnya drama tentang keluarga yang ramai, ramai sekali terutama dua yang dari Makassar itu. Asyik banget mereka hehehe Aku tidak terlalu tahu cerita mereka tapi yang jelas sangat ramai pemainnya. Kelompok selanjutnya tentang keluarga. Kelompok ini durasi dramanya sangat lama sekali, padahal kalau aku lihat latihan mereka itu tidak kayak ini, tapi hasilnya keren. Terlebih akting si Rizka, dia menghayati banget, nangis beneran lho. Semua yang di kelas pada kaget dan aku sadar terakhir (soalnya pegang kamera Lala buat merekam), heran aku tanya mereka juga heran, wooow keren Rizka. Makanya aku nyoba zoom kamera hp si Lala, eh malah keliru :p jadi aku keringat dingin takut gak terekam adegan dari awal, untung terekam, makanya jadi ada dua video hehehe maaf Lala. Hari ini dramanya selesai, alhamdulillah.
Hari 10 (19-08-2015)
FYI hari ini oshiku ulang tahun, Jessica “Badai” Veranda ulang tahun, selamat ulang tahun semoga kebahagiaan untukmu. Awal pertemuan hari ini itu Mr Nur menunjukkan video tentang seseorang yang menuliskan mimpi-mimpinya di kertas. Banyak yang menertawakannya karena mimpi-mimpi itu. Tapi yang terjadi satu per satu mimpinya menjadi nyata. Kemudian di selembar kertas kami disuruh menuliskan mimpi kami, tiga saja sudah cukup. Aku menuliskan:
1. Dapat pekerjaan dari hasil mengembangkan kemampuan bahasa Inggrisku di Pare.
2. Ingin lebih berkontribusi pada perlindungan alam dan hewan di organisasi seperti Green Peace dan WWF.
3. Menonton konser Paramore di Jepang! (Kalau bisa AKB48 + JKT48 juga *ini tidak aku ceritakan di kelas hehehe).
Kami menyampaikan mimpi kami dengan menggenggam tangan teman kiri kanan kami dalam lingkaran yang menyatukan mimpi kami dan mendoakannya. Semoga tercapai, amiiin ya Allah.
Ternyata aku berada dalam sekumpulan orang-orang dengan mimpi yang hebat. Aku tidak pernah membayangkan mimpi seperti mereka. Ada yang ingin mengabdi untuk negeri, bekerja sambil berpetualang ke Eropa, mempunyai bisnis sendiri, jadi milyader, menaikkan haji orang tuanya, dapat beasiswa jadi bisa melanjutkan pendidikan ke luar negeri, melihat anaknya bisa lahir dengan selamat dan sehat, ke Jepang dan lain sebagainya. Aku kagum dengan mereka, dalam hati aku berkata “besar sekali mimpi mereka, mari kita buat jadi nyata”. Sumpah, baru kali ini aku merasakan emosi seperti ini. Seminar atau renungan malam pun tidak bisa buat aku jadi campur aduk. Semoga tuhan mendengar doa kita dan suatu saat kita bisa bertemu lagi dengan cerita mimpi yang sudah berhasil kita wujudkan, amiiin.
Hari 11 (20-08-2015)
Hari ini belajar tentang idiom-idiom yang sering dipakai dalam bahasa Inggris. Kami dipasangkan untuk buat conversation dari idiom itu. Waah aku dipasangkan sama Innah, agak susah ya kan setipe, sama-sama agak pasif dalam pembicaraan. Jadi agak susah buat obrolan. Tapi Innah punya ide cerita, jadi ya aku ikut aja. Sayangnya dia text book banget jadi agak susah improve. Mr Nur ngasih instruksi untuk mulai maju, tiba-tiba dengan PD nya Hussein maju sendirian, dia kira ini Cuma hafalin, ketawa lah sekalas hahaha. Ibnu – Dita maju pertama (yang sama-sama copot kacamata), setelah itu Hussein dan Dhika, nah Hussein disuruh nunjuk giliran selanjutnya. Aku yang ditunjuk sama dia, lah kaget aku kan masih hafalin idiom bukan pura-pura gak lihat (gara-gara Mr Nur yang ngomong suruh nunjuk yang pura-pura gak lihat), spontan aku ngomong “lah kok aku?” kaget kan hahaha. Ya maju aja sama Innah, lah malah diciie-ciiein, blank udah. Hasilnya ya percakapannya gak sempurna, Innah susah improve tanpa ingat di buku jadi ya aku gak bisa berbuat apa-apa juga hehehe Sorry Mr Nur.
Hari 13 (21-08-2015)
Saat masuk Daffodils aroma perpisahan udah mulai terasa (ada yang dijemput mobil dan pamitan dan juga foto bareng satu kelas). Sudah dua minggu ya, cepat juga ya. Hari ini terasa makin sepi, ada yang telat, ada yang gak masuk seperti Dian dan satu lagi dari trio Makassar dan ada juga yang sudah pulang seperti Ilham. Mulai listening tentang lebah. Setelah selesai listening, Mr Nur menyuruh membalik lembar tadi. Kasih nama di pojok kanan atas. Aku gak tau mau ngapain. Ternyata disuruh nulis tentang orang itu, baik tentangnya, saran atau apapun tentang dia. Karena sebagian kurang aku kenal dan tidak pernah interaksi jadi tidak terlalu tahu, cuma mengamati dari jauh saja. Kalau yang pernah interaksi ya tahu walau cuma sedikit. Dua minggu ini memang terasa cepat kalau suasananya asyik dan memang seperti itu, jadi aku menulis sambil senyum-senyum baper hehehe aku ngerasa sudah kenal lama sama mereka, semoga kita nanti bisa bertemu lagi dan mimpi-mimpi kita terwujud.
Aku baca pendapat kalian tentang aku, gak kaget juga sih kalau banyak yang menulis aku pendiam. Sebenarnya aku sudah berusaha ramai kok, apalagi kalau kelasnya asyik aku juga bisa ikut ramai, tapi ternyata level ramaiku belum seperti kalian hehehe. Lalu aku yang minim ekspresi, iya kah? Maaf aku gak tau itu. Aku juga sering ikut tertawa lepas lho, aku juga sering senyum kok, masa’ gak ada yang tau? :p Beneran aku sering banget senyum di kelas, karena aku bahagia. Kalau yang malu-malu emang sih masih hehehe Mungkin kalau lebih lama lagi dengan kalian mungkin aku bisa makin ramai ya. Tapi aku senang sekali dapat tulisan pendapat kalian semacam ini, kenangan yang indah. Aku bersyukur diberikan sesuatu yang indah seperti ini dari Allah Swt.
Hari 14 (24-08-2015)
Hari senin ini adalah hari terakhir kelas Speak First C dan ujian bagi yang belum ujian sebelumnya. Kelas terasa agak sepi karena yang kemarin sudah ujian sudah pulang dan trio Makassar itu juga tidak hadir. Ujiannya dimulai dan kami maju satu per satu buat speak, wah lumayan grogi juga ya meski waktunya Cuma 1,5 menit. Selesai ujian Mr Nur memberi penilaian terhadap penampilan kami. Jadi kelas speak first C resmi selesai. Foto-foto dulu depan Daffodils dan makan bareng ke kafe syariah, wefie bareng dan cerita-cerita. Eh ada Mom Indah, aku baru tau, jadi ya sekalian dikasih nasehat-nasehat saat terakhir itu. Maaf ya aku agak kurang menikmati soalnya kepikiran daftar kelas yang penuh jadi takut kelasnya penuh padahal besok dimulai periode baru dan kepikiran pulang jam 2 mau antar bapak terapi. Tapi untung semua lancar jadinya daftar kelas vocabulary. Kekompakan, keceriaan, pengalaman dan ilmu baru kita selama 2 minggu ini akan aku ingat terus. Terima kasih semuanya.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s