Indonesia Dipijak Si Jenjang

Aku saat ini terbang di atas wilayah yang lebih hangat dari asalku. Kalian tahu kalau wilayah ini sangat indah? Aku dan kelompok yang aku pimpin sangat menikmati negeri ini dari atas. Sungguh bangsa yang kaya dan beraneka ragam. Aku adalah burung Jenjang yang sedang migrasi bersama kelompokku. Ada beberapa hal yang aku ketahui tentang negeri ini baik dari cerita pendahuluku atau yang aku lihat sendiri. Mereka berusaha membangun negerinya untuk lebih besar.

514px-mandschurenkranich-id-wikipedia
Foto oleh Wikipedia

  • Sebelum memasuki wilayah ini, terngiang-ngiang di pikiran kami kalau negeri ini terkenal sebagai bangsa yang ramah, murah senyum dan menerima sesuatu dari luar tanpa kecurigaan berlebih. Jadi, kami kawanan burung Jenjang merasa aman dan nyaman. Tapi, tidak sesuai bayangan kami. Mereka ternyata tidak semua ramah, mudah marah, suka bertengkar dan berkelakuan buruk tapi tidak malu. Kami pun waspada dan menghindari mereka.

(Menurut saya, untuk membangun Indonesia harus dimulai dari manusianya terlebih dahulu karena akan memudahkan pembangunan sektor lainnya. Indonesia saat ini mengalami penurunan identitas bangsa. Mudah konflik, mudah merusak, makin individualistis, hina-menghina menjadi biasa, rasa malu melakukan sesuatu yang negatif makin menipis dan lainnya. Membangun kembali karakter sebagai bangsa yang ramah, optimis dan menjunjung norma-norma masyarakat melalui teknologi informasi dan komunikasi adalah salah satu caranya. Menguatkan dan memperbanyak konten-konten positif berisikan pembangunan mental, jiwa dan perilaku di berbagai media teknologi informasi dan komunikasi. Contoh, perbanyak berita-berita positif baik di tv, radio, atau internet. Misalnya prestasi putra / putri Indonesia di internasional, optimisme ekonomi Indonesia di tengah krisis dunia atau Youtuber yang buat video dengan konten kreatif dan positif. Cara ini cepat dan efektif karena setiap individu yang nyaris tiap hari berhubungan dengan media informasi dan komunikasi disosialisasikan pembangungan jiwa bangsa yang positif. Karena membangun Indonesia tidak melulu tentang fisik. Sehingga pembangunan mental, jiwa dan perilaku positif masyarakat akan membuat kata “Indonesia” ketika diucapkan, di otak akan langsung terpikir “bangsa yang beradab”.)

 

  • Kawanan burung Jenjang yang aku pimpin ini tercukupi makanan selama di wilayahg ini sehingga kami masih sehat dan kuat. Melimpahnya kekayaan alam negeri ini memang sudah terkenal dari semua burung yang bermigrasi melewati wilayah ini. Namun, kami juga tidak tega karena manusia di beberapa pulau negeri kondisinya tidak lebih baik dari kami. Mereka miskin di negeri yang kaya.

(Ekonomi Indonesia beberapa tahun belakangan ini memang cukup bagus, buktinya ketika dunia krisis dampaknya tidak terlalu terasa di Indonesia. Namun, ekonomi yang tumbuh tidak merata. Teknologi informasi dan komunikasi bisa berperan penting di sini, misalnya e-commerce yang sedang naik daun membuat penjualan produk-produk UMKM yang kurang dikenal (terutama Indonesia tengah dan timur) karena pemasaran cara lama akan meningkat dan pemasarannya lebih luas, promo wisata Indonesia di website dan media sosial hingga kemudahan informasi transaksi internet perbankan yang mengefisienkan perputaran uang pengusaha. Untuk membangun Indonesia dari segi ekonomi, maka pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi harus maksimal terutama untuk Indonesia bagian timur. Potensi wilayah tersebut sangat besar untuk menghasilkan devisa. Promosi wisata ke dunia, meningkatkan e-commerce produk asal Indonesia timur dan kemudahan akses teknologi informasi komunikasi wilayah tersebut. Diharapkan potensi Indonesia timur bisa berkontribusi sama dengan wilayah lain melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi.)

 

  • Kami terbang melintasi negeri yang luas ini, banayak pulau dan lautnya yang luas. Kami banyak menangkap ikan untuk dimakan. Tapi kami heran dengan kapal-kapal yang berkejaran, apa mereka berebut ikan? Kami saja tidak. Atau kapal kecil itu masuk wilayah kapal besar itu? Kalau begitu sama dengan dunia kami yang kadang terusik oleh hewan luar yang masuk area kami.

(Wilayah Indonesia yang luas memerlukan pengawasan yang intens untuk menjamin kedaulatan NKRI. Teknologi informasi dan komunikasi mutlak diperlukan seperti negara-negara maju yang mendeteksi pelanggar kedaulatan menggunakan radar melalui satelit mereka. Indonesia harus bisa meningkatkan kuantitas dan kualitas teknologi informasi komunikasi bidang pertahanan di wilayah-wilayah yang rawan penyusup sehingga pengawasan akan efektif dan efisien. Dengan begitu Indonesia akan tumbuh menjadi negara yang dihormati negara lain, rakyatnya merasa aman dari ancaman asing untuk keamanan atau dari pencurian sumber daya alam Indonesia (Illegal Fishing dan Illegal Logging), karena kedaulatan yang kuat. Bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menjaga kedaulatannya.)

 

  • Saat terbang dari wilayah ke wilayah di negeri ini kami menemui bangunan-bangunan yang berbeda, orang-orangnya juga berbeda. Mereka sangat beragam. Benar kata seniorku dahulu kalau negeri ini sangat menyenangkan karena tidak akan bosan terbang di atas aneka ragam manusianya.

(Membangun Indonesia tanpa meninggalkan budaya dan identitas bangsa adalah keharusan. Jepang, negara maju dengan teknologi canggih di berbagai kehidupan mereka, masih kental dengan budaya dalam keseharian mereka, contohnya memakai Yukata saat ke festival kembang api, mengucapkan selamat pagi atau mohon kerjasama ketika memulai suatu pekerjaan bersama, berkumpul bersama makan dan minum. Budaya Indonesia yang kaya apabila dikolaborasikan dengan kemajuan teknologi informasi komunikasi akan menguntungkan Indonesia, misal untuk perfilman dan pariwisata. Budaya bangsa ini bisa dikuatkan melalui internet, tv, radio, aplikasi smartphone sehingga masyarakat lokal dan luar bertambah pengetahuan budaya Indonesia.Menyebar luaskan nilai-nilai, pengetahuan dan wujud budaya Indonesia melalui teknologi informasi dan komunikasi akan menjadikan Indonesia bangsa besar yang beridentitas. Membangun Indonesia yang berbudaya itulah tujuannya.

 

  • Anak-anak mereka bersekolah di tempat yang sangat jauh dan sepi. Kami beruntung bisa terbang, sedangkan mereka jalan kaki menyebrangi sungai, menerobos hutan atau melewati rawa-rawa. Kami juga akan bersemangat migrasi kali ini seperti mereka.

(Pendidikan salah satu elemen penting dalam pembangunan suatu bangsa. Penggunaan teknologi informasi komunikasi sudah diterapkan di sekolah-sekolah di Indonesia, namun sayangnya di beberapa sekolah di pelosok komputer saja mereka tidak mengenal. Keterbatasan memperoleh informasi dan pengetahuan sekolah di pelosok bisa diatasi dengan teknologi informasi komunikasi sehingga mereka tidak perlu jauh-jauh ke kota besar. Bahkan, mereka bisa membangun dan memaksimalkan potensi daerah mereka melalui browsing internet. Untuk itu, pembangunan fasilitas teknologi informasi komunikasi diperlukan di pelosok-pelosok untuk memunculkan potensi daerah tersebut yang diwujudkan oleh penduduk lokal yang berpengetahuan.)

blog-xl

Foto di atas ketika saya melakukan pelatihan komputer untuk anak-anak SD saat menjalani Kuliah Kerja Nyata. Dari pelatihan komputer itu saya bisa menceritakan kalau masyarakat di Dusun Wangkal Desa Dalisodo Kecamatan Wagir Kabupaten Malang kurang mengenal teknologi informasi komunikasi karena akses yang terbatas (lokasi desa ini di kaki gunung Kawi, agak pelosok) meskipun jarak ke Kota Malang hanya 15 Km tapi ketimpangan prasarana teknologi informasi komunikasi sangat terasa. Murid-murid di SD ini tidak tahu sama sekali fungsi dan cara mengoperasikan komputer. Jadi, kami mengajari mereka dengan terbatas. Menggunakan satu laptop untuk enam murid yang masing-masing diberikan materi pelatihan. Tapi itu tidak menyurutkan antusias mereka untuk mempelajari komputer. Jika warga Dalisodo ini akrab dengan teknologi infomasi dan komunikasi maka potensi desa ini bisa maksimal karena di sana terdapat air terjun Cuban Glotak yang kurang promosi sehingga hanya orang tertentu yang tahu, mereka juga bisa mencari informasi pengolahan kotoran sapi menjadi pupuk di internet, meningkatkan nilai jual ubi dan singkong yang banyak ditanam dengan mengolah menjadi variasi produk dan menanam tanaman yang menguntungkan di dataran tinggi. Ini salah satu bukti kecil kalau tidak mengenal teknologi informasi komunikasi akan menghambat potensi suatu daerah untuk berkembang. Semoga lima tahun setelah saya tinggal, Dalisodo sudah akrab dengan teknologi informasi dan komunikasi.

 

Pengembangan teknologi informasi komunikasi di Indonesia menemui hambatan seperti kualitas sumber daya manusia yang tidak merata untuk menjalankannya dan infrastruktur teknologi informasi komunikasi belum canggih, belum merata seluruh wilayah Indonesia dan belum optimal penggunaannya. Saya optimis jika Indonesia serius mengembangkan teknologi informasi komunikasi maka hambatan-hambatan itu bisa di atasi dengan beberapa cara:

  1. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang teknologi informasi komunikasi melalui pendidikan sekolah, pelatihan, bea siswa ke luar negeri, mendatangkan ahli dari negara yang teknologi informasi komunikasinya sudah maju untuk memberikan workshop TIK, pembelajaran TIK kepada masyarakat di pelosok yang sulit terjangkau dan sosialisasi teknologi informasi komunikasi yang positif sesuai norma-norma masyarakat. Manusia yang mengoperasikan dan menggunakan teknologi informasi komunikasi harus memiliki kualitas yang baik agar pembangunan Indonesia optimal.
  2. Indonesia bisa membangun infrastruktur teknologi informasi komunikasi secara bertahap jika terkendala anggaran, menggunakan produk TIK buatan dalam negeri yang harganya terjangkau dengan kualitas baik, memberdayakan ilmuwan Indonesia dalam penelitian dan riset tentang teknologi informasi komunikasi hingga meluncurkan satelit komunikasi sendiri. Memang membutuhkan investasi besar untuk itu semua tapi ini juga bermanfaat jangka panjang bagi pembangunan Indonesia dan saya yakin Indonesia bisa.

 

Itu beberapa hal yang kami temukan di perjalanan migrasi kami. Negeri yang indah dan hangat. Kami terbang lagi, berharap tahun depan bisa terbang ke sini lagi. Semoga mereka membangun negerinya dengan bahagia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s