Alien Suka Matahari Musim Panas Melbourne

Aku alien dikirim menyelidiki kehidupan manusia, aku tidak sekeren Clark Kent si Superman tapi aku manis. Jauh-jauh dikirim dari jarak 1.000.000 tahun cahaya aku harus datang saat musim panas di tempat yang keren, begitu perintah bosku. Aku tiba di Jakarta, Indonesia, karena bukan negara empat musim yang memiliki musim panas (alien juga bisa salah) jadi aku harus ke negara terdekat empat musim yaitu Australia. Tugasku gampang ternyata, apa sih yang menarik saat liburan musim panas? Menggunakan alat pelintas lubang cacing aku sudah sampai di Melbourne, Australia dalam hitungan detik. Musim panas di Australia ternyata lebih panas dari iklim tropis Jakarta tadi tapi kenapa banyak manusia yang rela gerah mengunjungi Melbourne saat musim panas? Aku penasaran dengan Melbourne ini akhirnya. Tugasku adalah wisata ke Australia, asyik lho daripada beberapa temanku yang dikirim ke peperangan timur tengah atau dikejar cheetah di pedalaman Afrika.

Melbourne adalah pilihanku di Australia karena katanya banyak objek wisata menarik untuk diselidiki. Aku mencium bau harum dan enak, aku menelusurinya hingga ke pinggiran aliran sungai. Sungai ini namanya Yarra River, di pinggir aliran sungainya mempunyai taman dengan fasilitas barbekyu gratis dan aku juga menikmati barbekyu setelah menatap diam ke daging panggang panas yang sedang dinikmati satu keluarga. Aku heran apalagi yang membuat sungai ini didatangi wisatawan saat musim panas? Berjalan menelusuri jogging track dan melihat beberapa taman indah dekat sungai ini sungguh pengalaman asyik plus harumnya barbekyu. Menaiki kapal feri untuk lebih eksplorasi keindahan Yarra River, aliran sungai yang menawan dengan vegetasi tanaman yang beragam, habitat alami binatang seperti koala dan platipus di beberapa titik, gedung-gedung mewah dan beberapa kebun anggur di pinggir sungai. Ternyata itu magnet wisatawan pergi ke Yarra River, aku masukkan ke pusat data yang aku bawa sebagai hal wajib yang dikunjungi ke Melbourne.

1251088489180melbourne-yarra-walk-free-bars-quirky-river-federa101

 

Aku melanjutkan perjalananku tanpa tujuan, kemudian aku dapat informasi kalau  Melbourne punya tempat namanya National Gallery of Victoria. Aku penasaran ada apa di dalamnya, hingga aku terkagum sendiri saat di dalamnya, ada sekitar 70.000 karya seni yang tersimpan di sini seperti lukisan, pahatan dan perhiasan. Hasil budaya Australia dan internasional dipajang dari masa ke masa. Seni dari penduduk Aborigin yang terkenal itu hingga seni modern. Liburan musim panas ke National Gallery of Victoria sungguh memberikan inspirasi dan ide-ide yang bisa dibawa saat kembali berkativitas dari liburan. Mereka membawa pulang barang-barang dari National Gallery of Victoria? Oh ternyata membeli suvenir di toko yang tersedia di sana, aku beli untuk bawa pulang ke planetku.

Keluar dari National Gallery of Victoria aku naik trem bernostalgia saat bertugas di London tahun 70 an, kali ini menikmati suasana kota Melbourne melalui transportasi klasik ini. Berhenti di Chapel Street yang didominasi kafe, bar, dan perbelanjaan membuat jalan ini ramai turis yang bersantai dan aku pesan kopi agar tetap terjaga keliling Melbourne. Jajan makanan di The Prahran Markets sungguh buat kenyang karena makanannya bervariasi dan enak-enak mulai roti, makanan laut dan daging.

the_como_melbourne_-_chapel_street_7_59e8ed-1

Setelah kenyang aku pakai alat pelintas lubang cacingku dengan tujuan acak di Melbourne. Wah aku kaget saat baru muncul langsung disuguhi ratusan penguin berjalan lucu menuju daratan. Oh ternyata aku di Phillip Island dan tadi adalah Penguin Parade yang sungguh menggemaskan. Musim panas melihat penguin kecil lucu berbaris pulang saat matahari terbenam sungguh bisa melupakan panas udara apalagi kalau menonton sendirian alias jomblo. Kapan lagi melihat penguin menggemaskan sedekat ini, sensasi yang bikin gemes.

Kegemasanku pada penguin lucu tadi akhirnya menyadarkan kalau aku belum melihat hewan khas Australia sebagai daya tarik Melbourne. Aku mundurkan waktu hingga kembali ke pagi lagi, aku menjelajah waktu dengan mesin waktuku karena ingin merasakan sensasi gemas pada hewan-hewan lucu di pagi hari. Setelah dapat informasi sampailah aku di Melbourne Zoo, kebun binatang ini luas dan asri karena pengelolanya sengaja buat hewan dan pengunjungnya nyaman seperti di alam asli makanya tidak heran ada beberapa hewan jinak yang berjalan dan berbaur dengan pengunjung seperti burung merak dan aneka burung yang ikut nongkrong di rerumputan. Akhirnya ketemu juga hewan endemik Australia lucu seperti kangguru, koala, tasmania devil dan burung emu yang termasuk koleksi 320 spesies hewan Australia dan seluruh dunia. Pemandangan asri, tidak bau kotoran, hewan-hewan lucu membuat aku lupa lelah karena tiap sudut 22 ha luas kebun binatang sungguh mengagumkan, apalagi ditambah kebun bunga dan area pikniknya. Mengambil foto bersama dengan hewan-hewan lucu ini seru karena namanya juga binatang jadi susah diatur, itu tantangan asiknya. Jadi, berlibur ke Australia kurang lengkap tanpa melihat hewan asli Australia. Aku menahan diri tidak bawa pulang Kangguru ke planetku.

Rasanya dataku kurang, aku mengacak lagi tujuan mesin pelintas lubang cacing. Di mana ini? Apa aku di hutan, aku berjalan dan menemukan nama tempat ini adalah Royal Botanic Gardens Melbourne. Setelah hewan-hewan lucu, aku akan dapat pengetahuan tentang tanaman-tanaman. Jalan setapak dikelilingi rimbunnya tanaman yang mencapai 10.000 individu spesies dekat indahnya Yarra River yang aku kunjungi tadi memang mendinginkan mata hingga hati dan dompet karena masuknya gratis. Luasnya mencapai 38 ha, tapi jangan khawatir tersesat karena ada petugas informasi yang menunjukkan jalan dan fasilitas yang tersedia termasuk area piknik. Aku tidak perlu mencuri tanaman ini untuk dibawa pulang ke planetku karena ada Gardens Shop yang menjual suvenir, buku atau kartu ucapan bertemakan tanaman.

Musim panas identik dengan pantai. Maka aku mencari pantai di Melbourne yang cocok dijadikan pantai liburan musim panas. Aku menjejakkan kaki di pasir pantai yang ramai pengunjung, pemandangan pantai indah plus senyum bahagia orang-orang buatku ingin ajak teman-teman dari planetku ke sini, tapi jauh. St Kilda Beach pantas dapat predikat pantai liburan musim panas karena selain menikmati pemandangan laut di atas pasirnya kita juga bisa bermain voli pantai, kriket pantai, berenang, berjemur, surfing, berlayar dan kalau lapar atau haus di dekat pantai berderet kedai atau kafe yang menyajikan beragam hidangan Australia dan mancanegara. Tidak salah kalau pantai ini terkenal di Melbourne karena beragam aktivitas liburan yang bisa dilakukan di sini.

Aku harus membawa barang-barang lagi dari Melbourne ke planetku. Barang spesial yang aku beli selama mengunjungi tempat wisata di Melbourne tadi masih kurang. Queen Victoria Market adalah pasar tujuanku karena pasar ini menyediakan kebutuhan lengkap dan bervariasi seperti daging, buah-buahan, ikan, pakaian, suvenir Australia, pakaian, bumerang, tas dan sepatu. Rabu malam diadakan pasar malam, maka tidak heran banyak turis berbelanja di sini. Pasarnya bersih, tertata dan rapi bahkan di bagian daging yang biasanya basah.

Aku harus mengisi tenaga karena tahu sendiri perjalanan pulangku jauh di sana, saatnya cari iconic food Melbourne. Berkeliling Melbourne lagi, mulai dari sesuatu yang ringan, roti panggang aku oleskan Vegemite. Kata orang sini, Vegemite adalah selai khas Melbourne berwarna gelap terbuat dari ragi, garam dan mineral. Rasanya? Asin dan sedikit pahit, ternyata ada selai rasanya seperti ini ya? Jangan terlalu banyak mengoleskannya karena akan sangat pahit. Beralih ke tempat lain, aku mencoba pie khas Melbourne dengan isian beda yaitu Meat Pie. Pie ini berisi daging cincang, saus tomat dan pilihan tambahan seperti keju, bawang atau keju. Ini tidak seperti pie yang aku makan di Amerika yang berisi buah-buahan, pie tapi seperti pizza. Aku makan ternyata enak juga. Ada satu makanan lagi yang khas di sini yaitu olahan daging kangguru yang mana dagingnya tadi dijual juga di Queen Victoria Market yang biasanya dijadikan sup, daging panggang atau isi roti lapis. Karena tidak tega makan daging binatang lucu ini maka aku melewatkannya.

Aku mampir mencoba makanan khas lain yaitu Lamington. Lamington adalah kue yang terbuat dari sponge cake dilapisi cokelat ditaburi kelapa parut kering. Rasa kue yang lembut dengan manis coklat tipisnya terasa gurih dengan kelapa parut keringnya. Karena sejak awal kunjunganku ke Melbourne sudah banyak makan barbekyu, maka aku benar-benar kenyang. Ke Melbourne tidak usah takut kelaparan karena barbekyu adalah budaya warga sini, tak heran kalau di taman-taman terdapat fasilitas barbekyu dari listrik dan area pikniknya. Tinggal ke mini market beli daging dan saus, sudah barbekyu di taman.

Aku kagum dengan Melbourne, kotanya yang tertata, wisata lengkap baik alam dan budaya, pemandangan alam indah dan gedung-gedung keren, kulinernya enak-enak, penduduknya ramah dan satu lagi yang buat nyaman turis yaitu akses ke tempat-tempat yang aku kunjungi tadi mudah bisa memakai bus, trem, sepeda, kereta api dan sewa mobil. Tidak ribet karena menggunakan kartu yang berisi saldo untuk memakai transportasi trem, bis dan kereta yang bernama Myki.

Selesai tugas liburan musim panasku aku langsung balik ke planetku. Aku kena marah bosku, dia marah sekali sudah jauh-jauh mengirim aku melihat Melbourne tapi kronologis perjalananku yang kurang manusia, ya katanya aku banyak menggunakan mesin pelintas lubang cacing. Aku beralasan karena buta Melbourne jadinya loncat-loncat dari satu tempat ke tempat lain. Bosku tahu aku sampai di bumi itu di Jakarta, dia makin marah kenapa pas di Jakarta tidak mendaftar travel tour H.I.S. Bosku mengatakan kalau H.I.S. berpengalaman menyediakan pelayanan travel baik grup maupun individual serta jaringannya yang luas buat traveler tidak perlu mikir transportasi, destinasi wisata dan penginapan, pokoknya hanya bersenang-senang saat liburan tidak seperti aku liburan bingung ke sana ke sini boros waktu. Fasilitas dari H.I.S.  lainnya yaitu pembuatan visa, asuransi perjalanan, sewa wifi dan lainnya. Aku penasaran bagaimana bosku bisa tahu H.I.S., dia menjawab kalau sudah mengamati lama berbagai travel agent dan H.I.S. lah yang terbaik. Tugas pengamatan selanjutnya yaitu Kyoto, Jepang saat musim semi dan dengan melotot dia memastikan aku kali ini akan pakai jasa H.I.S. agar liburanku lebih alami menyerupai manusia.

Akhir percakapan panas, bosku tetap senang karena data pengamatanku saat tugas liburan musim panas di Melbourne buat dia ingin segera ke Melbourne. Objek wisata seperti Yarra River, National Gallery of Victoria, Chapel Street,  Phillip Island dengan Penguin Parade, Melbourne Zoo, Royal Botanic Gardens Melbourne, St Kilda Beach, Queen Victoria Market dan kuliner khas Melbourne seperti Vegemite, Meat Pie, olahan daging kangguru serta Lamington buat bosku menyiapkan pesawatnya untuk berangkat ke bumi. Alien dengan jarak 1.000.000 tahun cahaya dari bumi menyukai terangnya matahari musim panas Melbourne.

P.S

Facebook H.I.S. : https://www.facebook.com/HISTravelIndonesia

Website H.I.S. : http://his-travel.co.id/

 

 

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s