Alien Suka Matahari Musim Panas Melbourne

Aku alien dikirim menyelidiki kehidupan manusia, aku tidak sekeren Clark Kent si Superman tapi aku manis. Jauh-jauh dikirim dari jarak 1.000.000 tahun cahaya aku harus datang saat musim panas di tempat yang keren, begitu perintah bosku. Aku tiba di Jakarta, Indonesia, karena bukan negara empat musim yang memiliki musim panas (alien juga bisa salah) jadi aku harus ke negara terdekat empat musim yaitu Australia. Tugasku gampang ternyata, apa sih yang menarik saat liburan musim panas? Menggunakan alat pelintas lubang cacing aku sudah sampai di Melbourne, Australia dalam hitungan detik. Musim panas di Australia ternyata lebih panas dari iklim tropis Jakarta tadi tapi kenapa banyak manusia yang rela gerah mengunjungi Melbourne saat musim panas? Aku penasaran dengan Melbourne ini akhirnya. Tugasku adalah wisata ke Australia, asyik lho daripada beberapa temanku yang dikirim ke peperangan timur tengah atau dikejar cheetah di pedalaman Afrika. Continue reading “Alien Suka Matahari Musim Panas Melbourne”

Advertisements

Gampang Kok Jadi Pengusaha Muda

Indonesia termasuk negara dengan penduduk dengan usia produktif muda terbanyak. Sayangnya sebagian besar usia produktif muda tersebut memilih menjadi karyawan. Padahal Indonesia butuh lebih banyak pengusaha muda untuk memajukan negeri ini seperti negara maju yang minimal memiliki 3% dari jumlah penduduknya yang menjadi pengusaha. Menurut saya ada beberapa hal yang menyebabkan anak muda Indonesia memilih jadi karyawan daripada pengusaha, yaitu: Continue reading “Gampang Kok Jadi Pengusaha Muda”

Jogja: Menduniakan Rumah #BatikIndonesia

Batik Indonesia beberapa tahun belakang ini mengalami peningkatan popularitas. Batik dianggap menghadirkan nuansa keren, mengeluarkan kharisma pemakainya dan nampak stylish terutama ketika mendapat modifikasi fashion modern, meninggalkan kesan kalau batik pakaian orang tua dan tidak fashionable karena keformalitasannya. Beruntungnya Indonesia memiliki berbagai corak dan motif batik sesuai daerahnya, misal batik Jogjakarta, batik Pekalongan, batik Solo, batik Palembang, batik Madura dan lainnya. Karena ciri khas batik beragam sesuai dengan daerahnya maka Jogjakarta bisa menjadi ikon kota batik dunia. Continue reading “Jogja: Menduniakan Rumah #BatikIndonesia”

Indonesia Dipijak Si Jenjang

Aku saat ini terbang di atas wilayah yang lebih hangat dari asalku. Kalian tahu kalau wilayah ini sangat indah? Aku dan kelompok yang aku pimpin sangat menikmati negeri ini dari atas. Sungguh bangsa yang kaya dan beraneka ragam. Aku adalah burung Jenjang yang sedang migrasi bersama kelompokku. Ada beberapa hal yang aku ketahui tentang negeri ini baik dari cerita pendahuluku atau yang aku lihat sendiri. Mereka berusaha membangun negerinya untuk lebih besar.

514px-mandschurenkranich-id-wikipedia
Foto oleh Wikipedia

Continue reading “Indonesia Dipijak Si Jenjang”

Toner di Kisah Cintaku

Ini adalah kisah seorang sahabat yang terjebak di persoalan yang sepele tapi sungguh buat ribet di kemudian hari.

“Makanya jadi orang jangan pelit, beli toner yang berkualitas napa?” begitulah kata-katanya sebelum dia pergi di gerimis sore dan aku cuma bisa memandangnya diam menjauh. Ya memang printer laserku baik-baik saja, namun tonernya yang aku pakai ya memang biasa, aku kira hemat karena harganya murah tapi menyusahkan. Pacarku yang manjanya minta ampun minta tugas-tugas mata kuliah dan skripsinya ya diprint pakai printerku, banyak sekali bisa langsung habis toner ini. Suatu hari dia mau bimbingan, aku cetak skripsinya tapi hasilnya abu-abu. Duh bikin panik. Akhirnya kena marah deh gara-gara toner yang jelek.

Suntuk kena omelan dia yang kayak Mak Lampir 2.0 akhirnya aku pergi ngopi, hmm kopi jahe aromanya sedap. Bahuku ditepuk seseorang. Aku kaget dan menoleh. Wah si Gareng, teman lama yang merantau ke Jepang. Gayanya keren ala anak Harajuku. Sekarang dia artis dorama, awalnya sih TKI biasa.

“Konichiwa Budi!” sapanya pakai bahasa Jepang. Aku balas pakai bahasa Indonesia yang baik dan benar.

“Ada apa kok sedih?” tanya dia penasaran sambil lahap makan bakwan dan gorengan tempe.

“Ini, baru kena omel pacar gara-gara cetakan skripsinya abu-abu. Tonel printku bikin gregetan. Ada saran gak?”

“Yah senpai Budi yang beriman, ketinggalan jaman banget ya. Tau gak, Jepang udah buat inovasi teknologi toner print yang canggih. Sepanjang tinggal di Jepang aku jarang lihat orang suntuk gara-gara toner kayak kamu.” ceritanya dengan agak sombong.

“Inovasi toner apaan itu?” aku makin penasaran.

Kopi yang dipesannya datang, dia menyeruputnya dan mulai ngomong, “Teknologi ini ya coy buat hasil cetakan lebih hitam tapi lebih hemat pokoknya bisa diandalkan deh.”

Aku melamun depan printerku di dalam kamar kosku yang lembab sehabis bocor saat hujan deras tadi. Teringat perkataan si Gareng yang dia taunya teknologi inovasi toner printer sudah ada di Indonesia dan itu ada di toner Blueprint. Toner cartridge Blueprint yang dia ceritakan itu 100% komponen baru dan OPC dari Blueprint ini punya lapisan yang buat hasilnya jadi rata. Akhirnya aku bergerak dan aku buang toner lamaku, mau ganti punya Blueprint.

Malam ini anniversary kami. Kami ketemua tapi gara-gara krisis uang akhirnya aku cuma bisa ajak dia makan lesehan lalapan pinggir jalan, lalapannya enak tapi kurang cocok dengan dia. Mukanya semasam sayur asam.

“Habis buat apa uangmu? Ngegame? Beli gel rambut? Judi?” tanya dia kesal.

“Beli toner printer, habis. Setelah nyetak skripsimu udah habis.” Aku menjelaskan kayak murid bolos yang diinterogasi di ruang BP.

“Ooh kamu nyalahin aku? Gara-gara skripsiku kamu jadi rugi, gak ikhlas? Cari toner yang bagus tapi hemat dong” nada suaranya makin meninggi.

“Duh gak gitu.” Aku cuma bisa geleng-geleng kepala, mikir mana ada toner bagus tapi hemat.

Sambil mengaca dia bilang,“Yuk pulang, cepat bayar udah malam.”

Jam 08.00 WIB aku duduk di trotoar depan toko yang jual toner Blueprint. Lama dan bosen. Pandanganku masih ke toko yang tutup. Abang cilok lewat, ibu nasi uduk lewat, mbak-mbak cantik lewat aku tidak peduli. Aku melamun perkataan si Gareng yang bilang toner powder Blueprint ini layak diacungi jempol karena ukuran granule dari produk ini ketat yang bisa buat volume cetak lebih terukur dan kepekatan warna hitamnya stabil. Ukuran granule ini sudah sesuai dengan cartridge.

Akhirnya tokonya dibuka, abang penjaga toko masih kelihatan mengantuk. Aku langsung lari ke hadapannya. Dia kaget.

“Buset, ada apa dek? Buat kaget aja.” Abangnya kaget.

“Dari mana aja bang? Aku tunggu lama baru buka. Beli toner Blueprint bang.” Aku sambil melihat-lihat toner Blueprint di toko itu.

“Dari pesta ultah teman di Lombok, baru pulang pagi ini.” Abangnya mengambil toner Blueprint dan ditunjukkan ke aku buat memastikan.

“Toner ini bagus dek, asyik buat ngeprint.” Si abang kemudian menyulut rokoknya.

“Kok bisa bang?” Aku menanyainya sambil memegang toner Blueprint dan baca tulisan di kemasannya karena itu pertama kali.

“Gini ya, toner Blueprint ini punya melting point yang spesifik. Melting point ini penting biar hasil cetakannya bagus. Kalau melting point rendah bisa buat powder di toner jadi gosong dan efeknya ghosting pada hasil cetakan. Sebaliknya kalau melting point tinggi maka powder di toner tidak matang, mudah scratch dan hasil cetakan jadi abu-abu.” Muka abang penjual dari ngantuk jadi ke serius.

Di kos-kosan aku pakai toner Blueprint tadi. Hasilnya luar biasa, bagus banget dan hitamnya dapat. Aku coba nyetak lembar skripsi lain pacarku dan hasilnya sama, hitam dan bagus. Aku coba searching di situsnya ternyata dijelaskan bahwa tingkat kehitaman toner Blueprint mencapai 1,62-1,66 B/W yang diukur menggunakan densitometer dan juga jumlah cetakan sebanyak 1.530 lembar. Ini diatas original dong, pantes hitamnya keren karena 10% diatas original. Aku masih tidak percaya jadi ya coba nyetak lagi skripsi pacarku. Terus aku cetak dan warna hitamnya stabil. Pesan masuk dari pacarku minta ketemuan. Wah ini pasti nagih skripsinya. Biasanya aku panik gara-gara toner kualitas buruk yang aku pakai sekarang santai-santai sambil nyemil karena skripsinya beres dan tanpa cacat di cetakannya. Aku cek penggunaannya ternyata masih tersedia cukup banyak setelah cetak skripsinya yang tebal itu. Toner Blueprint hitam & hemat memang pantas disandangnya dan satu lagi, handal saat dibutuhkan.

Di taman dekat kampus sore-sore saat gerimis aku bersemangat menjumpainya. Dia ada di sana berdiri menunggu. Aku menyerahkan skripsinya dan dia menerimanya.

“Ini skripsimu, bagus kan? Soalnya aku pakai toner printer yang bagus. hitam” Aku mengamatinya seperti ada yang dipikirkan.

“Aku mau putus. Aku susah menerima kamu yang susah diandalkan. Maaf ya.” Dia kemudian masuk mobil yang di dalamnya sudah ada laki-laki yang menunggunya. Dia minta putus dan ya sudah mau gimana lagi. Dia juga sempat menyinggung aku yang terlalu pelit beli toner yang berkualitas dan sudah terlambat memakai toner Blueprint untuk menyelamatkan hubungan kami. Sedih juga sih gara-gara cetakan hasil print yang abu-abu dan tidak jelas penyebabnya.

Beberapa minggu kemudian aku kembali ke toko buat beli toner Blueprint. Tumben si abang sudah buka pagi-pagi ini. Selesai beli aku beranjak pulang karena mendung mau hujan jadi agak buru-buru. Tiba-tiba ada suara merdu menegurku.

“Maaf toner Blueprint kamu jatuh ini.’ Gadis cantik dengan senyumnya yang indah menyodorkan toner Blueprint yang aku beli tadi. Aku diam terkagum-kagum.

“Oh iya makasih. Kamu pakai toner Blueprint juga ya?” Aku jadi salah tingkah sehingga mengalihkan pembicaraan ke toner Blueprint yang juga dipegangnya

“Iya nih, lebih bagus dari yang kupakai dulu. Buat nyetak banyak hasilnya itu hitam, hemat dan handal saat penting, jadi pernah kesal lagi sama masalah print tugas.” Dia menjelaskan dengan menawan.

“Oh iya sama, sibuk gak? Mau ngopi dan ngobrol lebih, aku tahu tempat yang asyik lho.” Dia mau dan aku berjalan berdampingan dengannya dan di belakang sana abang penjualnya sedang tersenyum menggoda ke aku yang seolah berarti ciie. Terima kasih toner Blueprint.

Dari kisah seorang sahabat itu kita bisa mengambil hikmah bahwa jangan menyepelakan hal kecil karena ke depannya bisa mempengaruhi masa depan kita. Dengan menggunakan laser toner Blueprint kita tidak akan kerepotan soal hasil cetakan yang buruk karena dijamin kualitas produk Blueprint itu nomor satu. Hasil cetakan yang hitam, penggunaanya yang hemat dan handal saat kebutuhan kita yang penting. Itu mungkin hal kecil, tapi hal kecil itu juga penting untuk hidup kita.

#TonerBlueprintHemat

Sumber :

www.blueprint-indonesia.com

Panggung Tak Sama

Deretan buku rapi berjajar dengan warna sampulnya masing-masing di rak biru muda cerah berbanding terbalik di luar yang mendung gelap dengan hujan derasnya. Hanya ada beberapa orang di dalam toko itu yang buat Hazni cukup santai untuk melihat televisi. Perhatian Hazni teralihkan wanita muda yang bertanya letak kategori novel. Sabil cuma terdiam bengong melihat wanita itu diantar Hazni ke rak buku novel. Continue reading “Panggung Tak Sama”

Bahagiakan Batin Anda

Beramal untuk membahagiakan batin anda. Benar, karena saya merasakannya. Mungkin sebagian dari kita masih merasa kurang bahagia padahal kekayaan sudah kita dapatkan, jabatan tinggi sudah kita raih, hidup sehat dengan keluarga bahagia. Keresahan batin itu bisa kita atasi dengan beribadah, mendekatkan hati kepada sang pencipta, beramal dan melakukan kebaikan lainnya. Ketika kita beramal dengan ikhlas maka hati kita akan jadi tenang karena perbuatan kita bisa meringankan beban orang lain meski kita tidak tahu secara langsung. Itulah manfaat dari manusia sebagai makhluk sosial. Continue reading “Bahagiakan Batin Anda”